oleh : Teguh Rubedo
Pada tanggal 27 April sampai 18 Mei telah dilakukan kegiatan survey tentang kepusan masyarakat terhadap kinerja unit pelayanan publik oleh Bagian Organisasi dan Setda Bantul terhadap 5 kecamatan dan 5 Puskesmas yaitu :
- Kecamatan Jetis
- Kecamatan Kasihan
- Kecamatan Pundong
- Kecamatan Bambanglipuro
- Kecamatan Pandak
- Puskesmas Sewon 1
- Puskesmas Jetis 1
- Puskesmas Pundong
- Puskesmas Pajangan
- Puskesmas Pandak 1
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan berdasarkan
- Kep/M.PAN/2/2004
- Kegiatan Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat ; Dokumen Palaksanaan anggaran bagian Organisasi tahun 2009
- Surat tugas Sekda Kabupaten Bantul No : 094/1766 tentang Pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan publik melalui pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna jasa di Kecamatan dan Puskesmas.
Hasil analisis data menunjukan bahwa Nilai IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) Puskesmas relatif lebih tinggi dibanding dengan nilai IKM Kecamatan yang dapat dilihat dari gambar berikut ini :
Gafik IKM Unit
Indeks kepuasan ini relatif bisa menjawab keraguan tentang rendahnya kinerja Puskesmas yang selama ini disinyalir oleh pihak pemerintah, swasta maupun masyarakat. Di lain pihak memang disadari ada beberapa hal yang masih perlu terus diperbaiki demi meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Kesehatan, Pemerindah daerah termasuk Puskesmas yang bersangkutan. Perbaikan secara fisik dan wajah Puskesmas telah dilaksanakan dan terus dilakukan, perbaikan yang mendesak adalah perbaikan yang menyangkut managemen (man, money, material, material, methode), penataan ketenagaan dan regulasi puskesmas.
Kecukupan ketenagaan di Puskesmas sebaiknya mempertimbankan beberapa hal berikut antara lain : Rawat inap atau rawat jalan, jumlah dan jenis tenaga yang ada, lama pengabdian, jumlah penduduk, luas wilayah, tingkat kesulitan wilayah, jumlah desa, jumlah dusun dan lain sebagainya.
Ditinjau dari sumber dana, Puskesmas memperoleh dana dari :
APBN
- Jamkesmas sebesar Rp 1000/bulan/jiwa miskin langsung dikelola Puskesmas.
APBD Provinsi
- Jamkesos sebesar Rp 1000/bulan/jiwa miskin langsung dikelola Puskesmas.
- PMT balita
APBD Kabupaten
- dikelola Dinas KesehatanKabupaten
Pendapatan Fungsional (Saat ini semua penghasilan fungsional Puskesmas telah dikembalikan 100%)
- Retribusi Pasien Umum Rp 3000/pasien rawat jalan
- Rp 5000/pasien UGD)
- Tindakan medis sesuai perda.

Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan. Antara lain, perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang dan upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pioner penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa yang penting dicatat adalah Perang Gerilya melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman (1948) yang banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, “Serangan Oemoem 1 Maret” (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. 





